Meriah dan Penuh Makna, Pemkab Pulang Pisau Gelar Lomba Panjat Pinang Perpaduan HUT ke-80 RI dan Hari Jadi ke-23
Inews Muara Teweh– Suara sorak-sorai dan gelak tawa menggema memecah kesunyian sabtu sore (30/8/2025) di Halaman Stadion HM Sanusi, Pulang Pisau. Bukannya pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung, melainkan sebuah gelaran tradisi yang telah mengakar dalam dalam budaya Indonesia: Lomba Panjat Pinang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau dengan apik memadukan dua perayaan besar, Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Pulang Pisau, dalam sebuah acara yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai kebersamaan.
Pemandangan begitu luar biasa. Sebatang pohon pinang yang tinggi dan telah dilumuri oli serta pelicin tampak menjulang di tengah lapangan. Di puncaknya, tergantung berbagai hadiah menarik yang menjadi rebutan, dari mulai kebutuhan sehari-hari hingga sembako. Puluhan peserta, hanya menggunakan celana pendek dan semangat membara, sudah bersiap-siap di bawah, memandang target mereka dengan tekad yang bulat.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Daerah
Antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari peserta dan penonton biasa. Pimpinan tertinggi daerah juga turun langsung merasakan denyut nadi kegembiraan rakyatnya. Bupati Pulang Pisau, H. Ahmad Rifa’i, didampingi oleh Wakil Bupati, H. Ahmad Jayadikarta, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pulang Pisau, hadir dan menyaksikan secara langsung setiap momen seru dan lucu dari perlombaan. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata dukungan dan kebersamaan pemerintah dengan rakyat dalam semangat perayaan.

Baca Juga: Demokrasi di Pinggir Sungai Barito Gugatan Hasil Pemilu Lokal Capai Ibukota Hukum
“Hari ini saya bersama Wakil Bupati dan Sekda Pulang Pisau menyaksikan langsung lomba panjat pinang yang cukup antusias diikuti dan ditonton masyarakat,” ujar Bupati Ahmad Rifa’i dengan senyum mengembang. Kedekatan antara pemimpin dan yang dipimpin terasa begitu hangat, mencairkan sekat-sekat birokrasi dalam balutan keceriaan hari raya.
Lebih dari Sekadar Lomba, Ini Ajang Pembelajaran Hidup
Bagi Bupati Rifa’i, Lomba Panjat Pinang bukan sekadar hiburan rakyat yang bersifat temporer. Ia melihatnya sebagai sebuah laboratorium nilai-nilai kehidupan yang nyata.
“Panjat pinang mengajarkan kita untuk saling bekerja sama, bahu-membahu mencapai tujuan bersama. Selain itu juga menjadi ajang melatih diri, meningkatkan kekompakan, dan menjaga sportivitas,” pesannya penuh makna.
Perlombaan ini memang merupakan metafora yang sempurna untuk gotong royong. Seorang mustahil bisa mencapai puncak sendirian. Dibutuhkan pundak untuk diinjak, tangan yang kuat untuk menarik, dan teriakan-teriakan penyemangat dari bawah. Sama seperti proses membangun daerah dan negara, yang memerlukan kolaborasi dan solidaritas seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Bupati juga menyampaikan harapannya agar tradisi positif ini tidak punah ditelan zaman. “Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai tradisi dalam perayaan Hari Kemerdekaan maupun Hari Jadi Kabupaten.”
Gambaran Semangat di Lapangan
Suasana di lapangan benar-benar menghibur. Setiap tim yang terdiri dari 5-7 orang itu menunjukkan strateginya masing-masing. Ada yang mencoba membentuk piramida manusia, ada yang langsung memanjat dengan menginjak bahu rekannya. Tidak jarang, seorang yang hampir sampai ke puncak terpeleset karena oli yang licin, membuat penonton berteriak sekaligus tertawa.
Namun, tidak ada rasa menyerah. Mereka yang jatuh bangun lagi, membersihkan badan yang sudah penuh oli dan keringat, lalu mencoba strategi baru. Sorakan penonton, terutama dari keluarga dan teman-teman peserta, menjadi penyemangat terbesar. Ini adalah momen di mana sportivitas dan kegembiraan benar-benar mengalahkan ambisi untuk menang.
Sebelum perlombaan dimulai, Bupati Rifa’i berpesan, “Saya mengucapkan selamat berlomba. Tunjukkan kemampuan terbaik, tetap jaga kekompakan dan sportivitas.” Pesan itu yang kemudian dipegang oleh semua peserta, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan penuh persaudaraan.
Lomba panjat pinang di Pulang Pisau kali ini sukses menjadi magnet yang mempersatukan semua kalangan. Dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga para orang tua, semua larut dalam keceriaan yang sama. Acara ini menjadi penutup atau puncak dari serangkaian acara peringatan hari bersejarah yang telah digelar sebelumnya.
Melalui event seperti ini, Pemkab Pulang Pisau tidak hanya memperingati angka tahun semata, tetapi juga menghidupkan kembali roh perjuangan, gotong royong, dan semangat pantang menyerah yang menjadi fondasi berdirinya Republik Indonesia dan Kabupaten Pulang Pisau. Sebuah pesan yang disampaikan bukan melalui pidato yang kaku, melainkan melalui tawa, usaha kolektif, dan euforia kebersamaan yang akan terus dikenang hingga perayaan-perayaan mendatang. Selamat HUT ke-80 RI dan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Pulang Pisau! Semoga semakin jaya dan penuh dengan semangat kebersamaan.















