1. Menlu Oman Sebut Perang Iran Kesalahan Perhitungan Terbesar Trump
Inews Muara Teweh – Menlu Oman Sebut Perang Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan Amerika Serikat dalam konflik Iran. Ia menyebut keputusan untuk terlibat dalam perang sebagai “kesalahan perhitungan terbesar” yang dilakukan pemerintahan Donald Trump.
Menurut Albusaidi, konflik tersebut sebenarnya bisa dihindari karena proses diplomasi antara AS dan Iran saat itu menunjukkan perkembangan positif. Namun, keputusan untuk melakukan serangan justru menghentikan peluang damai yang sedang terbuka lebar.
Ia menegaskan bahwa perang tersebut tidak hanya merugikan kawasan Timur Tengah, tetapi juga menciptakan ketidakstabilan global yang berkepanjangan.
2. Oman Kritik Keras Keputusan AS, Sebut Perang Sebagai “Miscalculation”
Dalam pernyataannya, Menlu Oman menilai bahwa keterlibatan AS dalam konflik Iran merupakan langkah strategis yang keliru. Ia menyebut keputusan tersebut sebagai grave miscalculation atau kesalahan fatal dalam perhitungan geopolitik.
Albusaidi mengungkap bahwa saat itu negosiasi nuklir antara AS dan Iran bahkan hampir mencapai kesepakatan penting. Iran disebut telah menawarkan sejumlah konsesi, termasuk pembatasan program nuklir sebagai imbalan pelonggaran sanksi.
Namun, momentum tersebut sirna setelah aksi militer dilakukan hanya beberapa hari setelah perundingan berlangsung.
Baca Juga: Pemimpin Eropa Menolak Keterlibatan Militer di Selat Hormuz
3. Diplomasi Gagal, Oman Nilai Perang Iran Bisa Dihindari
Oman yang selama ini dikenal sebagai mediator antara Washington dan Teheran menilai bahwa jalur diplomasi sebenarnya masih sangat terbuka sebelum konflik pecah.
Albusaidi menyebut negaranya bersama beberapa negara Teluk lain telah berupaya keras mencegah eskalasi militer. Namun, keputusan politik yang diambil oleh pemerintahan Trump dinilai mengabaikan upaya tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa perang ini bukanlah kepentingan Amerika Serikat secara langsung, sehingga keterlibatan Washington justru memperburuk situasi dan memperpanjang konflik.
4. Menlu Oman: Perang Iran Bawa Dampak Katastropik Kawasan
Lebih lanjut, Albusaidi menyebut konflik Iran sebagai sebuah “bencana” bagi kawasan Timur Tengah. Ia menyoroti dampak besar yang dirasakan negara-negara di Teluk, termasuk ancaman terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan regional.
Menurutnya, perang ini juga berpotensi melanggar hukum internasional karena melibatkan serangan terhadap negara berdaulat tanpa solusi diplomatik yang tuntas.
Oman mendorong semua pihak untuk segera menghentikan konflik dan kembali ke meja perundingan guna menghindari kerusakan yang lebih luas.
5. Kritik Oman: AS Dinilai Kehilangan Kendali Kebijakan Luar Negeri
Dalam kritiknya, Albusaidi bahkan menyebut bahwa Amerika Serikat telah “kehilangan kendali” atas kebijakan luar negerinya sendiri. Ia menilai keputusan untuk terlibat dalam perang dipengaruhi oleh tekanan eksternal, bukan kepentingan strategis yang jelas.
Hal ini dinilai berbahaya karena dapat menyeret AS ke dalam konflik jangka panjang yang sulit diselesaikan. Albusaidi juga memperingatkan bahwa perang tersebut berisiko membuka babak baru konflik berkepanjangan di Timur Tengah.















